=> Titian Jejak Sunyi <=
Di sini ...
Di batas waktu penghujung usia
Kutertunduk sunyi menapaki jejak diri
Terasing dari bising, tersudut menatap sepi
Terawang membentang angan sejuta makna dalam hati
Hampa geliati rasa kosongkan cakrawala perambah jiwa
Hitam putih kehidupan kukecap mesra dalam raga
Seutas senyum bertahtakan airmata jiwa tersiksa
Tersirat lembut pada hembusan nafas angkara
Terwujud dalam untaian bait-bait penyayat jiwa
Kemanakah langkahku kan bertepi?
Di saat diri kehilangan arah tak pasti
Sendiri....mengukir hati yang telah lama mati
Menanti dan menanti gelapnya nurani tak mampu mengerti
Meski kelamnya jiwa tak sehitam hati menerka duniaku
Titian jejak sunyi yang telah lama ku gerayangi
Perlahan membentak diri , membekam nurani
Benamkan hati pada jurang ketiadaan
Tiada yang berarti menyekat diri...
kini kuhanya mampu tertunduk menanti mati....
Salam Aksara
Original posted @ Titian Jejak Sunyi
Visit me on facebook profile at
Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa
Facebook page at
Aksara Jiwa Pelantun Nada Sukma
Guratan Syair Aksara Maya
Senin, 31 Desember 2012
Kamis, 13 Desember 2012
Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa
A ku terdiam menatap kosong segala kehampaan diri
K isah usang tentang nurani mati terseret angkara durja
S aat syetan melaknat jiwa merantai raga
A ku terbelenggu hitamnya harapan rusaknya mata hati
R asa mengkoyak sudutkan diri dalam sepi
A muk sukma terisolasi genangan luka
P ercuma kusesaki segala angan
E lok mimpi kini merajam duri melilit ilusi
L angkahkan diri saat waktu terhenti menatap mati
A ngan semakin gelap gerayangi sisi hati
N amun raga terpaku sesaknya ketiadaan
G amang kurasa kelamnya sunyi
I nikah takdir jiwa tanpa diri?
N ama-Mu kian sirna melepuh dalam ketiadaan
Y ang tersisa hanyalah bayang kehidupan diantara senja & esok hari
A kankah gelap ini berakhir pada rinainya cahaya suci?
N ampakan diri seujud sempurnanya insan diri
Y ang tiada makna hanya hampa mendekap sunyi
I ndah,,seujung impian harapan semu
A ksara Pelangi Nyanyian Jiwa
N ama dalam do'a yang tak terwujud
J iwa ini lelah menapaki ketiadaan
I ndahnya kehidupan bayang-bayang silam
W aktu terhenti semakin dekat menjelang
A kankah tercipta satu makna menembus raga....??
"Ketika tak ada yang mengajariku menjadi manusia.....
Aku berguru kepada alam yang tak pernah mencaci & memaki
Aku berguru kepada hati nurani yang tak pernah membisikan sesuatu yang salah
Perjuanganku sampai hembus nafas terakhir, tak kan lelah & menyerah..
Karna akupun tercipta sebagai manusia yang ingin mati sebagai manusia seutuhnya...."
Visit My Facebook page at
Guratan Syair Aksara Maya
Aksara Jiwa Pelantun Nada Sukma
Langganan:
Komentar (Atom)

